Kamis, 24 November 2011

BIOLOGI SEL (STRUKTUR DAN FUNGSI SEL)
</h3>
<div class="post-header">
<div class="post-header-line-1"></div>
</div>
<div class="post-body entry-content" id="post-body-6192547722889061329">
<iframe title="Twitter For Websites: Tweet Button" style="width: 55px; height: 20px;" class="twitter-share-button twitter-count-none" src="http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.html#_=1322191172002&amp;count=none&amp;id=twitter_tweet_button_0&amp;lang=en&amp;original_referer=http%3A%2F%2Fkamuspengetahuan.blogspot.com%2F2009%2F04%2Fbiologi-sel-struktur-dan-fungsi-sel.html&amp;text=BIOLOGI%20SEL%20%28STRUKTUR%20DAN%20FUNGSI%20SEL%29&amp;url=http%3A%2F%2Fkamuspengetahuan.blogspot.com%2F2009%2F04%2Fbiologi-sel-struktur-dan-fungsi-sel.html&amp;via=scorvgirl" allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no"></iframe><script src="http://platform.twitter.com/widgets.js" type="text/javascript"></script><a class="twitter-follow-button" data-show-count="false" href="http://twitter.com/%7Bscreen_name%7D">Follow @scorvgirl</a>
<script src="http://platform.twitter.com/widgets.js" type="text/javascript"></script>
<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/08/Plant_cell_structure.png"><img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 200px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/08/Plant_cell_structure.png" alt="" border="0"></a><br><span style="font-weight: bold;">Biologi sel</span> adalah cabang <span style="font-weight: bold;">ilmu biologi</span> yang mempelajari tentang sel. Sel sendiri adalah kesatuan structural dan fungsional makhluk hidup<br><br><span style="font-weight: bold;">Teori-teori tentang sel</span><br><br>- <span style="font-weight: bold;">Robert Hooke</span> (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut <span style="font-weight: bold;">sel</span> (cellula)<br>- <span style="font-weight: bold;">Hanstein </span>(1880) menyatakan bahwa <span style="font-weight: bold;">sel</span> tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)<br>- <span style="font-weight: bold;">Felix Durjadin</span> (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis <span style="font-weight: bold;">sel</span> hidup dan menemukan isi dalam, rongga sel tersebut yang penyusunnya disebut<span style="font-weight: bold;"> “Sarcode”</span><br>- <span style="font-weight: bold;">Johanes Purkinje</span> (1787-1869) mengadakan perubahan nama <span style="font-weight: bold;">Sarcode</span> menjadi <span style="font-weight: bold;">Protoplasma</span><br>- <span style="font-weight: bold;">Matthias Schleiden</span> (ahli <span style="font-weight: bold;">botani</span>) dan <span style="font-weight: bold;">Theodore Schwann</span> (ahli <span style="font-weight: bold;">zoologi</span>) tahun 1838 menemukan adanya kesamaan yang terdapat pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan. Mereka mengajukan konsep bahwa <span style="font-weight: bold;">makhluk hidup terdiri atas sel</span> . konsep yang diajukan tersebut menunjukkan bahwa <span style="font-weight: bold;">sel merupakan satuan structural makhluk hidup</span>.<br>- <span style="font-weight: bold;">Robert Brown</span> (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada <span style="font-weight: bold;">protoplasma</span> yaitu <span style="font-weight: bold;">inti (nucleus)</span><br>- <span style="font-weight: bold;">Max Shultze </span>(1825-1874) <span style="font-weight: bold;">ahli anatomi</span> menyatakan <span style="font-weight: bold;">sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup</span><br>- <span style="font-weight: bold;">Rudolf Virchow</span> (1858) menyatakan bahwa <span style="font-weight: bold;">setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla)</span><br><span class="fullpost"><br><span style="font-weight: bold;">Macam Sel Berdasarkan Keadaan Inti</span><br><br>a. <span style="font-weight: bold;">sel prokarion</span>, sel yang intinya tidak memiliki membran,  materi inti tersebar dalam sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah <span style="font-weight: bold;">bakteri dan alga biru</span><br>b.<span style="font-weight: bold;"> sel eukarion</span>, sel yang intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu system membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah <span style="font-weight: bold;">semua makhluk hidup kecuali bakteri dan alga biru<br></span><br>Struktur <span style="font-weight: bold;">sel prokariotik</span> lebih sederhana dibandingkan struktur <span style="font-weight: bold;">sel eukariotik</span>. Akan tetapi, <span style="font-weight: bold;">sel prokariotik</span> mempunyai <span style="font-weight: bold;">ribosom </span>(tempat protein dibentuk) yang sangat banyak. <span style="font-weight: bold;">Sel prokariotik</span> dan <span style="font-weight: bold;">sel eukariotik</span> memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut :<br><br><span style="font-weight: bold;">Sel Prokariotik</span><br>- Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan nucleoid<br>- Organel-organelnya tidak dibatasi membran<br>- Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan<br>- Diameter sel antara 1-10mm<br>- Mengandung 4 subunit RNA polymerase<br>- Susunan kromosomnya sirkuler<br><br><span style="font-weight: bold;">Sel Eukariotik</span><br>- Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran inti dan dinamakan nucleus<br>- Onelnya dibatrganel-orga
asi membran<br>- Membran selnya tersusun atas fosfolipid<br>- Diameter selnya antara 10-100mm<br>- Mengandungbanyak subunit RNA polymerase<br>- Susunan kromosomnya linier